Sosialisme, Kapitalisme, dan Komunisme


Sosialisme, Kapitalisme, dan Komunisme

Suatu ideologi mempunyai peranan penting dalam kehidupan negara dan bangsa. Pengikut suatu ideologi sudah barang tentu harus berani berjuang, bahkan menyambung nyawanya demi ideologi yang di ikuti. Manusia dan masyarakat hidup di dalam bermacam-macam kegiatan dan bidang dari waktu ke waktu. Disamping itu mereka juga mengalami perkembangan dan mendapat pengaruh-pengaruh baik yang positif maupun yang negatif, baik dari dalam maupun dari luar.
Sosialisme merupakan tanggapan terhadap revolusi industi dan terhadap kondisi-kondisi yang diciptakan revolusi industri itu. Sosialisme sendiri adalah suatu ideologi yang mengagungkan kapital milik bersama seluruh masyarakat atau milik negara sebagai alat penggerak kesejahteraan manusia. Revolusi industri menimbulkan berbagai masalah sosial dan masyarakat, terjadi eksploitasi manusia atas manusia. Demi keuntungan dan kemajuan perusahaan, upah kerja manusia ditekan serendah-rendahnya, tenaga kerja wanita dan anak-anak disalahgunakan menjadi buruh murah dan kasar, jam kerja yang di luar batas dan keadaan pabrik sangat membahayakan dan mengganggu kesehatan. Keprihatinan terhadap kondisi-kondisi ini telah menyebabkan munculnya pemikiran-pemikiran dan pandangan-pandangan Sosialis.
Pasca runtuhnya daulah Islam di Istambul, dunia ini di hadapkan dengan tantangan global. Dimana ideologi Kapitalis Sekuler menjadi ideologi yang di emban dan di sebar luaskan oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Kapitalisme ialah nama lain dari Liberalisme yang berarti paham pada kemasyarakatan dengan penguasaan alat-alat produksi pada perseorangan. Jadi seorang individu dibebaskan untuk memiliki apapun dan dengan cara apapun. Memiliki apapun dapat diartikan tidak lagi halal atau haram, tidak ada lagi batas-batas kepemilikan antara mana yang dimiliki individu, dan mana yang hanya dapat dimiliki negara dan masyarakat.
Negara-negara dunia ke-3 yang notabene adalah dunia Islam dijejali dengan  paksa di bawah tekanan internasional untuk menerima Kapitalisme Sekuler. Dengan menempatkan agen-agen kepercayaan yang duduk di kursi pemerintahan menjadikan usaha barat untuk menghegemoni dunia menjadi sebuah keniscayaan. Kapitalisme sendiri tidak dapat dilepaskan dari berbagai peristiwa yang melatarbelakanginya baik berlatarbelakang sains dan teknologi, politik, ekonomi, dan lain sebagainya.
Komunisme ialah suatu ideologi kaum buruh yang ingin memperbaiki nasibnya melalui suatu revolusi sosial. Komunisme lahir dari kesadaran kaum buruh untuk mengubah nasibnya dari penindasan dan penghisapan kaum Kapitalis melalui revolusi sosial. Komunisme merupakan senjata idiil kaum buruh, dan kaum buruh menjadi senjata materiil komunisme. Di atas kemenangan revolusi sosial maka dapat didirikan pemerintahan Demokrasi Rakyat kemudian berkembang menjadi Diktatur Proletariat yang mempunyai tugas utama memperbaiki nasib kaum buruh dan kaum miskin lainnya.

Dalam ideologi Sosialisme, Kapitalisme, dan Komunisme berdasarkan sistem perekonomiannya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1 . Sistem Perekonomian / Tata Ekonomi Sosialisme
Sistem perekonomian Sosialisme memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas dan lain sebagainya.
Dalam sistem ekonomi Sosialisme atau Sosialis, mekanisme pasar dalam hal permintaan dan penawaran terhadap harga dan kuantitas masih berlaku. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat.

2 . Sistem Perekonomian / Tata Ekonomi Kapitalisme
Sistem perekonomian Kapitalisme memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.
Dalam perekonomian Kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya dan bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.

3 . Sistem Perekonomian / Tata Ekonomi Komunisme
Sistem perekonomian Komunisme, dimana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan. Namun tujuan sistem komunis tersebut belum pernah sampai ke tahap yang maju, sehingga banyak negara yang meninggalkan sistem Komunisme tersebut.
Sosialisme sebagai ideologi, telah lama berkembang sejak ratusan tahun yang lalu. Pada akhir abad ke-19, Karl Marx dan Friedrich Engels mengembangkan beberapa tesis untuk membedakan antara Sosialisme dan Komunisme. Menurut mereka, Sosialisme adalah tahap yang harus dilalui masyarakat untuk mencapai Komunisme. Dengan demikian Komunisme atau masyarakat tanpa kelas adalah tujuan akhir sejarah. Konsekuensinya, tahap Sosialisme adalah tahap kediktatoran rakyat untuk mencapai Komunisme, seperti halnya pendapat Lenin yang mengatakan bahwa Uni Sovyet berada dalam tahap Sosialisme.
Hingga saat ini, partai-partai Sosial Demokrat masih tetap berdiri seperti halnya di Eropa seperti di negara Jerman, Belanda, Norwegia dan Prancis. Beberapa yang menganut Sosialisme juga seperti halnya partai-partai buruh di Inggris dan Itali. Sedangkan di Indonesia atau dapat disebut dengan Sosialisme Indonesia atau sering disebut juga Sosialisme Religius, menurut E. Ultrech S.H. adalah Sosialisme yang di Indonesiakan atau Indonesia yang disosialiskan.
Sosialisme Indonesia itu muncul di dalamnya jiwa seluruh rakyat Indonesia, tumbuh subur didalam kebudayaan, dan adat-istiadat bangsa Indonesia meskipun Sosialisme itu tidak seratus persen diterapkan oleh perilaku bangsa Indonesia. Disebut sebagai Sosialisme Religius itu pun merupakan cerminan dari masyarakat Indonesia yang religius. Maka salah apabila Sosialisme Indonesia tersebut digambarkan sama dengan Sosialisme di negara-negara lain yakni Sosialisme yang menolak Pluralisme Demokratis. Justru sebaliknya, Sosialisme Indonesia adalah sangat menjunjung Pluralisme Demokratis itu, yaitu menjunjung tinggi keberagaman yang ada di tanah air Indonesia.
Dalam perkembangannya pula, banyak diantara para pemikir Sosialis maupun praktisi gerakan-gerakan Sosialisme masih mengandalkan Komunisme ( Marxisme ) sebagai dasar pemikiran maupun gerakannya. Ada yang menggunakan Marxisme secara kritis akan tetapi ada juga yang secara dogmatis memujanya hingga saat ini. Kecenderungan-kecenderungan demikian terjadi tidak hanya di negara-negara Eropa akan tetapi juga di negara-negara dunia ketiga sepertihalnya di Indonesia.
Di Eropa, Marxisme digunakan sebagai alat analisa pemikiran, maka peran Marxisme lebih berlaku pada perdebatan-perdebatan intelektual filsafat dalam melahirkan berbagai varian-varian baru. Sementara di negara-negara dunia ketiga dimana tingkat kegiatan praksis Sosialisme lebih berjalan, Marxisme masih menjadi ideologi dasar dan terutama bagi mereka yang baru saja lepas dari kungkungan rezim otoriter militeristik.
Diantara ideologi Sosialisme dan ideologi Kapitalisme terjadi konflik yang tidak dapat dihindarkan, hal ini dikarenakan Kapitalisme ingin mempertahankan pemilikan perorangan atas alat-alat produksi dan ingin mempertahankan penghisapan manusia atas manusia melalui sistem kerja upahan di mana besarnya upah ditentukan oleh pemilik kapital. Sedangkan Sosialisme ingin membebaskan manusia dari belenggu rantai penghisapan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa melalui revolusi di mana alat-alat produksi harus menjadi milik bersama seluruh masyarakat, digunakan bersama, dan hasilnya untuk memenuhi kepentingan hidup bersama di bawah pengaturan negara.
Dalam ideologi Kapitalisme, negara adalah pelayan kaum Kapitalis. Negara harus membuat undang-undang untuk melindungi kepemilikikan kapital kaum Kapitalis. Disamping itu negara harus melaksanakan kebijakan politik yang melindungi dan menguntungkan kaum Kapitalis. Sedangkan di dalam ideologi Sosialisme, negara merupakan pelayan rakyat. Dalam arti, negara harus membuat undang-undang untuk melindungi kepemilikan bersama seluruh masyarakat atas alat-alat produksi dan disamping itu, negara harus melaksanakan kebijakan politik yang melindungi dan menguntungkan kaum pekerja (buruh).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s